Unggah ungguh Jaman saiki kang wis modern Kang di arani jaman globalisasi Manungsa pada lali unggah ungguh Lali tata krama lan lali sopan santun Wong tuwa lungguh bocah pating dlajik Pencilakan tanpa rasa ewuh pakewuh Guru nerangke tanpa dirunggokake Pitutur babar blas ora digubris Kawula muda jaman saiki Ayo pada elinga marang pitutur Kita urip mung sak wetara Ojo gawe pokal kang gawe dosa Pitutur becik kudu dilakokake Unggah - ungguh marang wong tua Tata krama marang sak padha padha Kanthi ati kang tumata becik
Belajar Sabar Karya Eunike Kristiningsih.S.Pd Sabar..... Terdiri lima huruf satu kata Mudah terucap di bibir kita Mudah dikatakan manusia Namun.... Kubendung derasnya Kucuran air mata Kutahan emosi yang memuncak di dada Letupan amarahpun harus sirna seketika Apakah aku dapat sabar Menghadapi tekanan yang luar biasa Menghadapi deru debu sekian lama Bahkan arus gelombang tak tertata Memecah batu karang kesabaran merata Sungguh luar biasa sulit Sungguh luar biasa terlilit Bahkan sesak dada tak terkelit Hingga kalbu ini sakit Proses untuk bersabar Menghadapi samudra hidup yang terdampar Tetap kujalani walau kadang hampir terkapar Tuhan ajari aku untuk selalu belajar sabar
Kau Pengecut Sinting Mengapa tak takut laknat Jika kau biang orang sekarat Tawa puas yang berbalut syarat Itukah cermin nurani yang melarat Kau cuci otak sedemikian hebat Hingga ilusi mati sahid yang mendarat Apakah kau lupa hukum karma sobat Apa yang kau tabur itu yang kau dapat Dosamu kini semakin berlipat lipat Nyawa manusia kau buat tak berarti Hingga kau lupa kepada pencipta nyawa ini Masih layakkah kau disebut pejuang sejati Memanfaatkan kebodohan otak tercuci Kau adalah pengecut dan pecundang sejati Seolah kau yang punya kuasa atas dunia ini Mana pantas kau jadi penghuni surga nanti Tempat yang pantas adalah neraka api Pejuang sejati pasti perang tanding Bukan memanfaatkan pihak terpelanting Yang bersembunyi di ketek dan punting Kau hanya pantas disebut pengecut sinting
Komentar
Posting Komentar